Showing posts with label LifeStyle. Show all posts
Showing posts with label LifeStyle. Show all posts

Sunday, March 16, 2014

Liquid Diet, Ampuh Untuk Turunkan Berat Badan Namun Berbahaya!



Sedang menjalani program diet penurunan berat badan? Diet seperti apa yang Anda terapkan? Beberapa wanita yang ingin memiliki tubuh ramping biasanya mencoba berbagai macam pilihan diet. Salah satu diet penurunan berat badan yang pernah menjadi tren adalah liquid diet atau hanya mengonsumsi sayuran dan buah dalam bentuk smoothies tanpa makanan padat.

Sayangnya diet ini ternyata tidak disarankan untuk menurunkan berat badan. Menurut pakar diet Emilia E. Achmadi MS. RD., liquid diet sebenarnya diterapkan untuk orang yang sakit bukan untuk wanita sehat. Bahkan orang yang sakit pun tidak akan diberikan makanan berupa cairan atau hanya dijus tanpa dikombinasi makanan solid jika kondisinya masih bisa menelan serta memproses makanan padat.

"Liquid diet awalnya hanya diberikan kepada orang-orang yang sakit, ini pun sakitnya parah, di mana dia tidak bisa mengalami proses pencernaan yang benar di lambung. Di rumah sakit, orang-orang yang sakit tidak terlalu parah dianjurkan makan makanan solid bukan liquid, apalagi orang sehat. Ini salah satu tren yang menurut saya salah," tutur Emilia kepada Wolipop di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2014).

Emilia menjelaskan, saat melakukan liquid diet berarti Anda hanya mengonsumsi makanan dalam bentuk cairan tidak dikombinasi dengan makanan lembut atau solid. Bila cairan ini terlalu banyak maka rasio antara volume dan energi berkurang yang membuat seseorang kekurangan gizi.

Mungkin satu atau dua hari tidak kelihatan dampaknya, namun bila dilakukan dalam jangka panjang bisa membuat daya tahan tubuh melemah. Bila sudah seperti itu maka rentan terhadap penyakit. Selain penyakit, ternyata proses mengunyah juga penting karena enzim pertama dirilis dalam rongga mulut.

Kalau hanya mengonsumsi makanan dalam bentuk liquid tentu tidak melewati proses mengunyah karena cairan langsung masuk ke dalam tubuh. Ludah pun diproduksi kalau Anda mengunyah dan di dalam air liur juga terjadi proses pencernaan karbohidrat. Jadi karbohidrat dipecah-pecah hingga mudah dicerna dalam tubuh. Karbohidrat yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk gula tapi lebih kompleks.

"Sebagian besar karbohidrat yang saya bicarakan adalah karbohidrat yang sifatnya kompleks. Kalau kita lihat bentuk kimianya adalah gugusan antara gula dengan gula atau glukosa dengan glukosa atau bentuk karbohidrat yang berbeda dalam jumlah yang panjang. Makanya harus di-break down supaya bisa diserap dalam tubuh kita. Kalau kita tidak melakukan proses mengunyah berarti proses ini tidak terjadi," ujar wanita 44 tahun itu.

Wanita lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat, itu pun mengatakan bahwa sebenarnya orang yang memilih liquid diet untuk menurunkan berat badan termasuk tipe pemalas yang senang menggunakan cara instan. Padahal cara instan tersebut membawa dampak negatif terhadap tubuh Anda.

Liquid diet termasuk cara yang instan karena berat badan akan cepat turun dengan pola makan ini. Emilia sedikit menambahkan, orang yang menjalani liquid diet merasa cepat kenyang padahal energi dari asupan makanan yang dikonsumsi belum tercukupi. Jika terus menerus dilakukan maka berdampak pada kesehatan orang tersebut.

"Kalau dalam bentuk cairan kita akan lebih cepat kenyang tapi energi yang masuk belum cukup, itu kalau liquid diet dilakukan terlalu lama cenderung asupan gizi berkurang. Tubuh kita kan pada dasarnya sebuah mesin kalau tidak dikasih bahan bakar yang mencukupi kita akan mendapatkan dampak negatifnya," tutupnya.

Hijab Style: Gaya Romantis dengan Warna Pastel Khas Si.Se.Sa



Warna pastel yang romantis menjadi suguhan utama dalam parade busana muslimah yang dihadirkan lini pakaian Si.Se.Sa pada Indonesia Fashion Week 2014. Si.Se.Sa adalah second line dari Merry Pramono, yang dipegang oleh tiga anak Merry, yakni Siriz, Senaz, dan Sanza. Lini tersebut mengedepankan pakaian muslimah yang muda, ceria, dan sederhana.

Dalam koleksi bertema Romantic Pastels kali ini Si.Se.Sa menghadirkan deretan gamis dengan detail layer dan draperi. Berikut lima pilihan gaun pastel karya Si.Se.Sa yang menawan.

Batik Modern Khas Danar Hadi



Rumah Batik Danar Hadi ikut meramaikan pekan mode Fashiontastic 2014 yang diadakan oleh Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (14/03/2014). Danar Hadi pun menyajikan varian koleksi batik yang beragam dari mulai bergaya formal untuk ke pesta, hingga atasan dan dress kasual.

Koleksi datang dari tiga lini Danar Hadi, yaitu Danar by Danar Hadi, Danar Hadi Exclusive dan DH Sport. Koleksi yang ditampilkan memiliki ciri khas masing-masing. Di koleksi pertama dari Danar by Danar Hadi, material yang digunakan sangat eksklusif, yaitu satin sutra.

Sutra halus tadi diolah dengan teknik batik cap menjadi motif ceplok dan houndstooth. Ornamen patchwork bunga dan tambahan payet menjadi ciri koleksi satu ini. Di antaranya dijadikan terusan A-line dan atasan blouse. Warna yang dipakai cukup bervariasi, mulai dari merah, hijau dan biru. Padanan ini bisa Anda jadikan opsi ke kantor atau menghadiri acara yang formal.

Koleksi berikutnya dari Danar Hadi Exclusive juga masih mengedepankan garis potong sederhana, seperti dress A-line atau blouse yang kemudian dipadu bersama celana denim. Kombinasi corak yang digunakan untuk koleksi ini adalah paduan batik parang dan houndstooth, yang dibuat di atas material ringan seperti sifon, crepe dan satin silk. Warnanya pun lebih gelap, seperti paduan warna hitam dan putih. Bahannya yang halus dan berpenampilan elegan, bisa jadi pilihan untuk menghadiri pesta.

Kemudian koleksi yang lebih santai untuk tampilan kasual, menjadi ciri dari lini DH Sport. Koleksi atasan berwarna cerah, seperti biru, hijau, merah dan oranye dipadu bersama bawahan yang kasual seperti skort ataupun jeans.

Keseluruhan koleksi tadi dipadukan bersama aksesori tas sophisticated dari koleksi Braun Buffel. Mulai dari tote bag berbahan kulit yang formal, hingga tas bertali panjang kasual tampak harmonis dengan set koleksi yang dipamerkan.

Pentingnya Konsumsi Vitamin C Setiap Hari untuk Keindahan Kulit



Vitamin C bukan hanya diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh dan agar tidak mudah sakit, tapi juga penting untuk merawat kecantikan. Menurut Rianna Loving, pendiri ORGO Beauty, brand perawatan kecantikan organik, nutrisi yang satu ini berkhasiat memproduksi dan menjaga jumlah kolagen yang berperan penting dalam mempertahankan elastisitas kulit. Vitamin C juga bermanfaat menguatkan pembuluh darah sehingga membuat kulit kenyal dan lebih tahan terhadap radikal bebas yang merusak. Ini empat manfaat vitamin C bagi kecantikan, seperti dikutip dari Women's Health Mag.

1. Menyuburkan Rambut
Vitamin C merupakan salah satu nutrisi paling penting dan efektif membantu pertumbuhan rambut sekaligus menguatkannya. Agar rambut senantiasa sehat dan indah, pakailah masker rambut buatan sendiri yang alami dan lebih aman. Campurkan setengah potong ubi kukus, tiga buah strawberry dan setengah potong paprika dengan cara dilumatkan hingga teksturnya menjadi krim atau seperti pasta. Kemudian oleskan pada kulit kepala dan rambut, biarkan selama 15-25 menit, lalu bilas menggunakan air hangat. Lakukan perawatan ini satu kali seminggu. 

2. Mencegah Wajah Jadi Pucat
Dalam diet, vitamin C memegang peran penting dalam penyerapan zat besi oleh tubuh. Zat besi penting untuk menjaga rona wajah tetap segar dan mencegah tubuh jadi lemas. "Ketika kekurangan zat besi, Anda bisa mengalami anemia, cepat lelah dan lemas. Itu tentu saja membuat Anda terlihat pucat dan lemas," ujar Elisa Zied, penulis 'Younger Next Week: Your Ultimate Rx to Reverse the Clock, Boost Energy and Look and Feel Younger in 7 Days.' 

3. Menjaga Kesehatan Kuku
Vitamin C membantu menjaga kesehatan kuku dengan menguatkan ketahanan kulit, jaringan kulit, tulang dan dinding pembuluh darah," ujar Rianna. Karena vitamin C bisa menguatkan kuku dan membantu pertumbuhannya, nutrisi ini juga bisa mencegah cantengan pada kuku (bagian pada pinggiran kuku yang masuk di antara batas kulit dan kuku, menimbulkan rasa yang sangat sakit). Jadi pastikan cukup mengonsumsi vitamin C tiap hari dengan makan jeruk, pir atau berry.

4. Memperlambat Tanda-tanda Penuaan
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa wanita paruh baya yang mengasup lebih banyak vitamin C dari makanan, memiliki kerutan lebih sedikit dan terhindari dari kekeringan kulit ketimbang yang kurang konsumsi vitamin C. Para ahli berpendapat bahwa vitamin C bisa menunda tanda-tanda penuaan yang disebabkan kerusakan kulit akibat radikal bebas.

Tuesday, February 11, 2014

Jangan Buru-buru Ambil Makanan dari "Microwave"




Untuk alasan kepraktisan, banyak orang memilih makanan beku yang dihangatkan di microwave pada saat-saat tertentu. Namun makanan beku jenis tertentu seperti yang mengandung produk ayam biasanya tidak terlepas dari risiko cemaran bakteri Salmonella. Itulah yang membuat proses pemasakan menggunakan microwave menjadi hal yang penting.
Sayangnya, aturan memasak di microwave seringkali tidak diikuti dengan baik yang membuat risiko penyakit akibat Salmonella pun meningkat. Sebuah investigasi baru yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyoroti perlunya mengikuti aturan memasak dalam microwave secara benar, yaitu membiarkan beberapa saat makanan setelah waktu masak selesai.
Investigasi yang dilakukan CDC tersebut dipicu oleh banyaknya orang yang sakit akibat Salmonella. Setelah diusut, ada kaitannya penyakit mereka dengan konsumsi makanan beku yang dimasak menggunakan microwave.
Menurut laporan CDC, kebanyakan orang yang sakit mengaku memasak makanan mereka dalam microwave, tetapi tidak semua dari mereka membiarkan makanan tetap berada di dalam microwave hingga waktu yang telah ditentukan sebelum diambil.
"Waktu pembiaran makanan dalam microwave yang sudah off adalah bagian dari proses memasak. Konsumen perlu mengikuti instruksi memasak dengan microwave dengan tepat, termasuk mengikuti waktu tunggu yang disarankan sebelum mengonsumsinya," tulis CDC dalam laporannya.
Masalah penyakit akibat makanan yang umum berhubungan dengan kesalahpahaman bahwa makanan beku sejatinya adalah sudah matang sehingga hanya butuh dipanaskan. Namun menurut CDC, poin yang paling penting adalah makanan perlu mencapai suhu tertentu agar aman dari bahaya mikroba.
Di samping itu, CDC juga menekankan pada pihak industri untuk selalu mencantumkan keterangan "belum siap makan" pada kemasan produk mereka, serta menambahkan dengan aturan langkah-langkah memasak, khususnya pada makanan beku.
CDC juga menyarankan penggunaan termometer untuk memastikan makanan beku matang sepenuhnya. "Seluruh komponen makanan perlu mencapai suhu 74 derajat Celcius," tulis mereka.

Menggigil Lebih Efektif Bakar Lemak Ketimbang Olahraga?




Udara dingin tak jarang membuat tubuh menggigil kedinginan. Meski tidak nyaman, namun sebuah studi baru mengindikasikan, kondisi tersebut mungkin lebih efektif dalam membakar lemak daripada berolahraga.
Paul Lee, pakar endokrin di Garvan Institute of Medical Research di Sydney sekaligus ketua penulis studi ini mengatakan, proses tersebut berhubungan dengan pengubahan lemak putih menjadi lemak coklat.
Diketahui, lemak coklat merupakan jenis lemak yang dapat membakar energi daripada menyimpannya. Ketika 50 gram lemak putih menimbun 300 kalori, maka lemak coklat dengan volume yang sama dapat membakar 300 kalori dalam satu hari.
"Lemak coklat dengan kemampuan pembakaran energinya yang alami berpotensi menjadi target terapeutik dalam melawan obesitas dan diabetes. Pengubahan lemak putih menjadi lemak coklat dapat melindungi binatang dari diabetes, obesitas, dan perlemakan hati," jelas Lee.
Studi yang dipublikasi dalam Cell Metabolism tersebut menunjukkan, proses pengubahan lemak tidak akan dicapai tanpa melakukan olahraga seperti lari atau angkat beban. Namun ternyata, paparan terhadap suhu dingin dapat meningkatkan produksi hormon yang berhubungan dengan aktivasi lemak coklat.
Para peneliti menemukan, menggigil yang berlangsung 10-15 menit membuat tubuh memproduksi hormon tersebut sebanyak melakukan olahraga moderat. "Kami mengindentifikasi dua hormon yang dirangsang oleh suhu dingin yaitu irisin dan FGF21, dikeluarkan dari kondisi otot yang mengigil," tutur Lee.
Selain mengungkap metode pembakaran lemak yang potensial, studi tersebut juga menjelaskan tentang mekanisme pambakaran lemak tubuh terbaru. Lee mengatakan, ketika tubuh kedinginan maka tubuh secara alami akan mengaktifkan lemak coklat karena dapat membakar energi dan menghasilkan panas yang melindungi tubuh.
"Saat tubuh kekurangan energi, maka otot akan berkontraksi, inilah yang disebut dengan menggigil. Fungsinya adalah untuk menghasilkan panas. Meskipun begitu, kami belum dapat menemukan bagaimana otot dan lemak berkomunikasi dalam menghasilkan proses ini," paparnya.
Lee dan timnya juga percaya, menggigil dan olahraga memiliki aturan fisiologi yang sama. Mereka berspekulasi, olahraga merupakan "peniruan" dari mekanisme menggigil yang secara alami dilakukan oleh tubuh. Ini karena adanya kontraksi otot yang sama pada kedua prosesnya.

Waspadai Jajanan Anak Terutama Es, Minuman Berwarna




Tak mudah mencegah kebiasaan jajan pada anak usia sekolah. Namun tidak selamanya jajan selalu membuat sakit. Asalkan bisa memilih pangan jajanan yang sehat, anak-anak bisa terhindar dari risiko penyakit akibat makan jajanan tidak sehat.
 
Dari sekian banyak jajanan, ternyata ada beberapa jenis makanan tertentu yang paling harus diwaspadai, yaitu es batu, minuman berwarna, bakso, dan agar-agar atau jeli. Alasannya, menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, jenis-jenis makanan tersebut merupakan makanan yang paling banyak ditemukan mengandung bahan tambahan pangan yang berbahaya dan tercemar mikroba.
 
"Dari hasil temuan BPOM selama melakukan program pengujian sampel pangan jajanan anak sekolah (PJAS), es batu, minuman berwarna, bakso, dan agar-agar atau jeli merupakan makanan yang paling perlu diwasapai," tegas Kepala BPOM Roy Sparingga dalam Gebyar Aksi Nasional PJAS yang bertajuk "Sehat Duniaku Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas Tahun 2014", di Jakarta, Sabtu (8/2/2014).
 
Roy menjelaskan, pada es batu dapat ditemukan cemaran mikroba yang menimbulkan penyakit seperti diare. Sementara pada minuman berwarna dapat ditemukan pewarna tekstil seperti rodamin B yang bersifat karsinogenik.
 
Sementara pada bakso dapat ditemukan pengawet yang seharusnya tidak ditemukan pada makanan seperti boraks dan formalin. Sedangkan pada agar-agar atau jeli ada kemungkinan mengandung pewarna tekstil dan pengawet.
 
Untuk itu, Roy menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menghindari anak-anak dari jajanan yang tidak sehat. "Terutama untuk komunitas sekolah yang terdiri dari orang tua, guru, ataupun pengelola kantin untuk meningkatkan kemandirian pengawasan pangan jajanan," papar Roy.
 
Kendati masih ditemukan pangan jajanan berbahaya, tetapi Roy mengatakan, persentasenya terus menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan kata lain, jumlah pangan jajanan yang sehat meningkat persentasenya dari tahun ke tahun.
 
Pada tahun 2008 hingga 2010 diketahui keamanan pangan jajanan sekolah hanya mencapai 56-60 persen. Pada 2011 meningkat menjadi 65 persen, 2012 menjadi 76 persen, dan pada 2013 meningkat lagi menjadi 80.79 persen.
 
"BPOM menargetkan untuk tahun 2014 persentase itu akan meningkat lagi menjadi 90 persen," pungkasnya.

Perokok adalah Pemalas ?




Citra buruk para perokok tampaknya terus bertambah. Setelah citra buruk karena aroma tubuh yang kurang sedap, saat ini perokok juga dicap pemalas dibanding yang tidak merokok. Hal ini didasari hasil riset terbaru para ilmuwan Brazil.
 
Dalam riset tersebut, para ilmuwan menemukan perokok lebih tidak aktif dan kurang termotivasi. Para perokok tidak termotivasi mengubah gaya hidupnya dengan lebih aktif bergerak, misalnya berjalan kaki. Para perokok ternyata juga lebih berisiko mengalami gejala depresi dan gelisah. 
 
Riset yang dilakukan ilmuwan dari State University of Londrina, Brazil ini, tadinya hanya ingin mengetahui apakah perokok lebih tidak aktif daripada yang tidak merokok. Riset dilakukan terhadap 60 perokok dan 50 responden yang tidak merokok.
 
Dalam riset ini, semua responden harus memakai pedometer minimal 12 jam taip harinya selama 6 hari. Hasilnya, para perokok berjalan lebih sedikit setiap harinya dengan fungsi paru-paru yang mulai menurun.
 
Saat ditanya bagaimana kondisi kesehatannya saat ini, perokok merasa lebih lelah dan kurang termotivasi mengubah gaya hidupnya. “Sepengetahuan kami, riset ini adalah yang pertama menunjukkan pengurangan tingkat aktivitas fisik. Pengurangan ini terjadi pada perokok dewasa dibanding yang tidak merokok,” kata pimpinan riset Karina Furnaletto.
 
Fungsi paru yang semakin menurun mengakibatkan para perokok merasa lebih letih dan tidak mampu lagi olahraga. Hal inilah yang menyebabkan perokok berjalan lebih sedikit sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Pengurangan ini perlahan menurunkan kapasitas perokok dalam mengolah fisiknya, 
 
Dalam riset sebelumnya dibuktikan, jam tidur perokok lebih sedikit dibanding yang tidak merokok. Kualitas tidur mereka juga tidak sebagus yang tidak merokok.
 
Riset tersebut dilakukan ilmuwan dari Charite Berlin Medical School, Jerman. Dalam riset tersebut 17 persen perokok tidur kurang dari 6 jam per hari. Sedangkan 28 persen perokok merasa tidurnya selalu terganggu. Sebagai perbandingan hanya 6 persen non-perokok yang tidur kurang dari 6 jam tiap harinya, dan hanya 19 persen yang merasa tidurnya terganggu.

Jus Buah Tak Lebih Sehat dari Minuman Bersoda?




Minuman bersoda acap kali dianggap sebagai "musuh" bagi pelaku diet. Pasalnya, minuman ini mengandung gula tambahan yang banyak sehingga dapat meningkatkan berat badan karena "kalori kosong"-nya, sekaligus risiko penyakit jantung dan diabetes.
Atas alasan itulah, jus buah dipilih untuk menggantikan minuman bersoda karena dinilai lebih sehat. Kini, penelitian para ahli di Inggris mengindikasikan, bahkan jus buah tanpa gula tambahan sekalipun memiliki risiko yang hampir sama dengan minuman bersoda.
Dalam laporan yang ditulis Lancet Diabetes and Endocrinology tersebut, para peneliti membandingkan kandungan gizi dari jus apel dengan minuman bersoda kalengan.
Sekitar satu cangkir atau sekitar 150 mililiter jus apel mengandung 110 kalori dan 26 gram gula. Menurut mereka, kandungan kalori dan gula yang ada di jus apel hampir sama dengan yang terdapat pada minuman bersoda dengan volume penyajian yang sama.
Para peneliti juga mengaitkan studi baru tersebut pada studi sebelumnya yang menemukan hubungan antara konsumsi jus anggur rutin dengan peningkatan resistensi insulin, pemicu diabetes. Namun menurut peneliti, kerugian tersebut diimbangi dengan manfaat vitamin dan mineral yang ditawarkan oleh jus buah.
"Ini tentu tidak dimiliki oleh minuman dengan tambahan gula lain seperti minuman bersoda," ujar peneliti Profesor Naveed Sattar dari University Glasgow's Institute of Cardiovacular and Medical Sciences.
Ia mengatakan, jus buah mengandung lebih banyak gula daripada satu buah utuh. Ini karena buah utuh mengandung serat buah yang tidak ditemukan atau sedikit dalam jus buah.
Namun para peneliti menegaskan, hasil studi tidak melarang konsumsi jus buah karena di samping risikonya, ada pula sejumlah manfaat yang ditawarkannya. Meskipun perlu diperhatikan bahwa satu cangkir jus buah seharusnya tidak lagi dihitung sebagai lima sajian buah dan sayur yang perlu dikonsumsi dalam sehari.

Malas Olahraga? Jangan Berharap 10 Keuntungan Ini




Berolahraga secara rutin memang butuh tekad dan niat yang kuat plus konsistensi. Tak sedikit di antara Anda melakukannya hanya sesekali saja tergantungmood.
Namun Anda mungkin tak sendirian. Empat di antara lima orang yang sibuk mengalaminya.  Olahraga menjadi hal paling sulit untuk dilakukan ditengah padatnya aktivitas. Tetapi sebenarnya Anda rugi jika masih terus bermalas-malasan dan tak mau berolahraga. Berbagai penelitian telah menegaskan pentingnya olahraga, salah satunya agar panjang umur.
Simak keuntungan sehat lain yang bisa kita petik dengan terus bergerak. Sepuluh keuntungan ini takkan pernah dinikmati oleh mereka yang malas bergerak dan mengeluarkan keringan dengan olahraga.
1. Meningkatnya daya ingat
Para pakar menegaskan olahraga termasuk kegiatan yang penting agar fungsi otak maksimal. Olahraga bisa m;eningkatkan asupan oksigen dalam darah dan merangsang produksi senyawa kimia di otak yang bermanfaat mempertajam daya ingat.

2. Berkurangnya inflamasi
Olahraga secara rutin efektif mengurangi kadar protein C-reaktif, yang menunjukkan kadar inflamasi (peradangan). Mengapa hal ini penting? Ini karena timbunan kolesterol yang menyebabkan plak di pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan peradangan. Akibatnya adalah serangan jantung.
3. Terkendalinya kolesterol
Pertambahan usia menjadi salah satu faktor naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunnya kadar kolesterol baik (HDL). Cara terbaik untuk menjaga agar kadar LDL tetap rendah adalah dengan mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh. Sementara itu, untuk meningkatakan kadar HDL, lakukanlah olahraga. Fakta tersebut didukung oleh penelitian di Denmark pada tahun 2007 terhadap 835 pria yang rutin berolahraga. Kadar kolesterol baik para responden diketahui selalu tinggi. 

4. Menurunnya kadar trigliserida
Trigliserida merupakan lemak dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi merupakan faktor penyebab tingginya risiko penyakit jantung. Studi yang sama yang dilakukan para ahli di Denmark juga menunjukkan pria yang aktif memiliki kadar trigliserida yang rendah.

5. Tensi darah yang normal
Studi yang dipublikasikan tahun 2007 oleh para peneliti dari University of Minnesota menyebutkan aktivitas fisik yang dilakukan secara reguler efektif menurunkan tekanan darah.
6. Kondisi pembuluh darah lebih baik
Untuk merespon kebutuhan oksigen dalam tubuh, pembuluh darah haruslah fleksibel atau mudah membesar. Merokok, endapan kolesterol, dan proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Berbagai studi menunjukkan olahraga bisa membantu menjaga kemampuan pembuluh darah untuk terbuka dan berkontraksi sesuai kebutuhan fisik tubuh.

7. Menekan risiko diabetes
The Diabetes Prevention Program menemukan bahwa olahraga dan program penurunan berat badan yang dilakukan selama 3 tahun mampu mengurangi risiko diabetes hingga 58 persen. 

8. Tulang lebih kuat
Berlatih angkat beban, keseimbangan, atau jalan kaki merupakan jenis-jenis latihan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko tulang keropos. 

9. Berat badan ideal
Kalau ingin langsing, ya olahraga, dong. Ini merupakan nasihat klise yang selalu didengungkan orang. Faktanya memang demikian. Salah satu studi mengenai manfaat olahraga menunjukkan, pria yang aktif secara fisik memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil dibanding dengan orang yang malas berolahraga. 

10. Panjang umur
Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2004 di Finlandia terhadap 15.853 pria berusia 30-59 tahun selama 20 tahun menemukan, mereka yang aktif secara fisik lebih sedikit yang terkena penyakit jantung dan meninggal dunia selama periode penelitian berlangsung.
 
SerbaAda.Com! Blogger Template by Ipietoon Blogger Template